Ada beberapa permainan otak yang bisa membuat Anda segera terlelap hingga pagi. Insomnia menjadi masalah bagi banyak orang dewasa. Selain menimbulkan kelelahan esok harinya, insomnia bisa menimbulkan masalah bagi kesehatan.
Saat mengalami insomnia, jangan lantas tergantung pada obat-obatan. Ada beberapa permainan otak yang bisa membuat Anda segera terlelap, seperti dikutip dari Shine.
1. Relakskan otot otak
Perlahan-lahan kencangkan dan lemaskan otot-otot dari kaki hingga kepala. Lakukan berulang-ulang. Awalnya, biarkan otot jari mengencang dan lemas, kemudian pindah ke pergelangan kaki, betis, paha, perut dan seterusnya.
2. Latihan memori
Permainan ingatan membuat otak cepat merasa bosan dan mengantuk serta berhenti dari segala pikiran. Cobalah mengingat nama-nama sekelompok besar teman semasa SMA, kuliah, atau teman sekantor. Atau lebih jauh lagi, coba ingat peta daerah yang luas, memainkan abjad berdasarkan kategori makanan atau nama.
3. Buat Otak bosan dengan pengulangan
Lakukan kegiatan yang membuat otak cepat merasa bosan. Menghitung mundur biji-biji tasbih atau rosario dari 100 akan membuat otak cepat berhenti dari pikiran yang melayang-layang.
4. Gunakan imajinasi
Gunakan permainan imajinasi yang membutuhkan metode khusus. Misalnya, anggap rumah besar orang lain sebagai rumah Anda. Cobalah untuk mengatur letak perabotan di setiap ruangan secara detail.
5. Irama menenangkan
Pilih beberapa irama musik yang menenangkan dan cobalah terhanyut didalamnya. Suara aliran air atau suara alam biasanya memberi efek mengantuk. Ciptakan suasana kamar yang mendukung dengan mematikan lampu dan menggunakan aroma terapi seperti lavender.
VIVAnews
Mencerdaskan OTAK
Olahraga untuk otak memang populer akhir-akhir ini, namun tahukah Anda bahwa olahraga yang kita lakukan tidak hanya baik untuk jantung dan berat badan tapi juga efektif untuk mengasah otak.
“Olahraga sebenarnya lebih berguna untuk otak, bukan tubuh, karena olahraga sangat memengaruhi mood, vitalitas, konsentrasi dan perasaan positif seseorang,” kata John J.Ratey, MD, penulis buku A User’s Guide to the Brain.
Stephen C.Putnam, MEd, penulis buku Nature’s Ritalin for the Marathon Mind, juga menyatakan manfaat olahraga untuk anak-anak dengan cedera otak, seperti anak hiperaktif. Dengan kegiatan olahraga, kelainan perilaku anak bisa dikurangi dan fokus mereka ditingkatkan.
Dalam penelitian yang dilakukan Putnam diketahui anak yang melakukan olahraga 15-45 menit sebelum masuk kelas cenderung memiliki sikap yang lebih baik dan mudah berkonsentrasi di kelas. Selain membuat tubuh terasa bugar, olahraga juga akan membuat otak lebih segar.
Para ahli menjelaskan olahraga memengaruhi banyak bagian dalam sistem saraf dan memicu dilepaskannya hormon-hormon yang menimbulkan perasaan senang, gembira dan tenang, seperti serotonin dan dopamin. Itu sebabnya, orang yang rajin berolahraga lebih jarang terkena depresi.
“Saat Anda berolahraga, Anda akan berpikir lebih jernih, lebih bugar dan lebih positif. Ini murni hal ilimiah karena olahraga akan merangsang sistem saraf dan berfungsi dalam level yang maksimal,” kata Christin Anderson, MS, koordinator kebugaran dari University of San Fransisco.(kompas)
“Olahraga sebenarnya lebih berguna untuk otak, bukan tubuh, karena olahraga sangat memengaruhi mood, vitalitas, konsentrasi dan perasaan positif seseorang,” kata John J.Ratey, MD, penulis buku A User’s Guide to the Brain.
Stephen C.Putnam, MEd, penulis buku Nature’s Ritalin for the Marathon Mind, juga menyatakan manfaat olahraga untuk anak-anak dengan cedera otak, seperti anak hiperaktif. Dengan kegiatan olahraga, kelainan perilaku anak bisa dikurangi dan fokus mereka ditingkatkan.
Dalam penelitian yang dilakukan Putnam diketahui anak yang melakukan olahraga 15-45 menit sebelum masuk kelas cenderung memiliki sikap yang lebih baik dan mudah berkonsentrasi di kelas. Selain membuat tubuh terasa bugar, olahraga juga akan membuat otak lebih segar.
Para ahli menjelaskan olahraga memengaruhi banyak bagian dalam sistem saraf dan memicu dilepaskannya hormon-hormon yang menimbulkan perasaan senang, gembira dan tenang, seperti serotonin dan dopamin. Itu sebabnya, orang yang rajin berolahraga lebih jarang terkena depresi.
“Saat Anda berolahraga, Anda akan berpikir lebih jernih, lebih bugar dan lebih positif. Ini murni hal ilimiah karena olahraga akan merangsang sistem saraf dan berfungsi dalam level yang maksimal,” kata Christin Anderson, MS, koordinator kebugaran dari University of San Fransisco.(kompas)
Langganan:
Postingan (Atom)